Globalisasi: Tantangan dan Peluang Bangsa Indonesia

        Perkembangan sosial budaya yang sepat selama akhir abad XX dan awal abad XXI bisa menjadi ancaman sekaligus peluang Bangsa Indonesia. Kasus revolusi musim semi arab yang mampu meruntuhkan kekuasaan beberapa diktaktor di wilayah Arab-Afrika merupakan contoh nyata dari kekuatan baru di bidang sosial budaya. Penggunaan teknologi informasi dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam gerakan revolusi musim semi arab. Dalam konteks itulah, maka masyarakat Indonesia harus berhati-hati dalam menghadapi perubahan penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat. Berkaca dari munculnya revolusi musim semi arab yang mampu menjatuhkan kediktaktoran Ghadafi, Husni Mubarak, dan sederetnya lainnya, maka apabila kita tidak hati-hati fenomena yang nyaris sama kemungkinan dapat terjadi di Indonesia, meskipun bentuknya agak berbeda. 

        Melalui globalisasi terutama teknologi informasi terjadi perubahan besar-besar dalam media informasi. Pada masa sebelum ini, berita-berita yang dianggap sensitif harus melalui setiap sensor yang ketat. Oleh karena itu seringkali kita hanya dapat mendengar berita, atau lebih sering kabar angin dan bisik-bisik tentang konflik sosial di suatu daerah, terutama yang bercorak vertikal antara masyarakat dan aparat pemerintah, setelah kejadian itu berlalu sekian lama. Pada masa sekarang ini, kita dapat melihat suatu kejadian suatu peristiwa langsung pada saat itu juga, meskipun kita ada di tempat yang berbeda dengan jarak yang sekian ratus kilometer jauhnya. Semuanya itu dapat kita nikmati karena adanya sekian banyak saluran televisi nasional dan internasional, sekian banyak gelombang radio, dan surat kabar serta tabloid. Mereka itulah yang membantu kita mendapatkan informasi secara cepat

        Meskipun demikian globalisasi tidak hanya dianggap sebagai ancaman semata. Globalisasi juga dapat menawarkan kemudahan untuk berkomunikasi. Globalisasi yang memungkinkan terciptanya dunia tanpa batas dan sekat, dapat berubah menjadi peluang bagi perkembangan ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan globalisasi masyarakat Indonesia dapat saling mengenal berbagai kebudayaan dan adat istiadat antar daerah. Dengan cara itu, masyarakat suatu daerah tidak akan asing dengan budaya daerah lainnya. Dalam hal ini ada ketertarikan diantara mahasiswa untuk mengetahui dan kemudian mempelajari tari atau kesenian dari daerah lainnya. Itu semua merupakan langkah bagi terbangunnya semangat pluralisme yang menjadi dasar nasionalisme Indonesia. Kesediaan menerima budaya dan adat istiadat lainnya oleh suatu masyarakat akan memperkokoh nasionalisme bangsa. Kondisi itu diperlukan bagi Bangsa Indonesia yang memiliki puluhan hingga ratusan budaya, bahasa, dan adat-istiadat diantara penduduknya. 

Comments

Popular posts from this blog

Pemikiran Isu-isu Kontemporer dalam Dunia Keislaman

Globalisasi: Tantangan & Peluang Bangsa Indonesia

Problematika Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Masa Pandemi Covid-19