Pemikiran Isu-isu Kontemporer dalam Dunia Keislaman

        Perkembangan pemikiran intelektual Muslim Modern tidak puas dengan alternatif-alternatif yang ditunjukan oleh kaum intelektual sekuler baru maupun ulama tradisional. Pandangan kebarat-baratan sekularis tidak memebrikan ikatan yang memuaskan dengan pondasi budaya yang menjadi identitas intelektual muslim. Selain itu, pada skhir abad ke 19 yang dimaksud barat bukan hanya caracara modern melakukan sesuatu akan tetapi dominasi kekuasaan dan control terhadap masyrakat muslim sehingga intelketual yang terlalu sekuler dianggap sebagai agen imprealisme. Akan tetapi banyak didominasi odari leit pemerintah dan tampaknya semua kelompok berpendidikan baru menyadari pentingnya reformasi dan modernisasi. Yang pada akhirnya konservatisme mandek ulma gaya lama dipandang berbahaya dan pada sebagian besar abad 19,tradisi tajdid masih diwakili oleh ulama yang mempertahankan visi dunia non-modern. 

        Dalam dunia modern, yang paling berpengaruh dalam usha menyciptakan posisi tengah antara intelektual sekuler dan ulama model lama adalah mereka yang menciptakan apa yang kemudian disebut dengan modernism Islam. Selain melibatkan adanya perlawanan terhadap penjajahan Eropa, modernisme Islam juga merupakan usaha untuk menyciptakan sintesis antara tradisi intelektual barat modern dan tradisi intelektual Islam. Yang paling menonjol dari intelektual modernis Islam baru ini adalah Jmaludin al-Afgani (1838-1897), yang melakukan perjalanan keseluruh dunia muslim mengajak untuk membentuk persatuan Pan Islam untuk melawan Barat dan juga interpretasi rasionalis tradisi islam gaya modern. Peninggalannya tentang interpretasi ulang Islam dengan arah modernis, pragmatis, anti imperialis serta kegiatan politiknya sangat pentying bagi dunia muslim modern.

Comments

Popular posts from this blog

Globalisasi: Tantangan & Peluang Bangsa Indonesia

Problematika Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Masa Pandemi Covid-19