Dinamika Konflik Dalam Agama
Sejarah kehidupan umat manusia tidak pernah sunyi dari konflik, mulai dari konflik
suku sampai kepada konflik agama. Beberapa di antaranya terjadi dalam waktu cukup
lama, seperti konflik antara Islam dengan Kristen yang dikenal dengan perang Salib.
Perang Salib merupakan perang terbesar dalam sejarah umat Islam dan Kristen. Kebencian
kedua pemeluk agama ini belakangan sering berakar pada peristiwa sejarah masa lalu.
Meskipun potensi perbedaan dari sisi lain sudah ada sebelumnya, namun pengaruh perang
Salib yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II pada tahun 1095, dengan mengirimkan
pasukan secara besar-besaran guna „mendirikan kerajaan Latin di Tanah Suci dan
penghancuran terhadap kaum Muslimin sebagai kekuatan politik dan militer telah
memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap ketegangan umat Islam dan Kristen
sampai kapanpun.
Persoalan lain yang menjadi akar sejarah konflik antar agama disebabkan oleh
pendudukan kaum Muslim di Spanyol dan Sisilia. Kejadian ini berawal dari sekelompok
tentara pengintai Islam menyeberang dari Afrika Utara ke ujung paling selatan Spanyol
pada Juli 710 M. Laporan kegiatan mata-mata ini menimbulkan minat baru untuk
menyerang Islam. Perjumpaan dua kekuatan di Sisilia merupakan perjumpaan yang paling
menentukan bagi hubungan Islam dengan Barat. Apalagi pada masa itu tentara Islam
mengancam Roma dan memaksa Paus Johannes VIII selama 2 tahun untuk membayar
pajak kepada mereka. Fenomena inilah yang kemudian memicu konflik tidak hentihentinya antara Islam dengan Barat Kristiani.
Gerakan politik ini selalu melekat pada pemerintahan Islam di sepanjang sejarah,
termasuk di Spanyol. Intrik-intrik ini membuat Islam di Spanyol mengalami pasang surut.
Dunia Kristen Latin juga merasakan pengaruh Islam melalui Sisilia. Serangan pertama ke
Sisilia terjadi pada tahun 652 di kota Sisacusa. Akan tetapi pendudukan orang-orang Arab
di Sisilia tidak berlangsung lama. Kebangkitan kembali Kerajaan Byzantium
mengakibatkan berakhirnya semua pendudukan atas wilayah-wilayah penting. Byzantium
menggandeng Gereja untuk menguasai wilayah-wilayah Islam. Peperangan dengan
menggunakan atribut Gereja ini kemudian menjadi perang Kristen melawan Islam yang
banyak menyita waktu.
Comments
Post a Comment