AGAMA DAN KONFLIK DALAM MASYARAKAT DI INDONESIA
Konflik yang muncul dalam masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh rasa solidaritas kedaerahan atau disebut primodialisme. Dengan kajian ini diharapkan para akademisi dapat memberikan solusi secara konsepual bagaimana cara pemecahan masalah konflik dalam masyarakat. Atau setidak-tidaknya kita secara pribadi dapat menghindarkan diri dari berbagai pemicu timbulnya suatu konflik yang akan membawa kepada kerusuhan, yang konsekwensi logisnya kita akan membayar dengan harga yang sangat mahal. Untuk memperjelas permasalahan yang akan kita diskusikan, maka penulis akan terlebih dahulu mendefenisikan pengertian yang terdapat pada judul diatas. Yang pertama adalah agama. Agama yang dimaksud disini adalah Islam, sebab Islam merupakan agama mayoritas bangsa Indonesia.
Indonesia adalah negara kesatuan, yang mana di dalamnya terdapat beragai agama, suku, etnis dan ras (SARA). Agama, suku, etnis dan ras disatukan dibawah naungan bangsa Indonesia yang dilambangkan dengan Burung Garuda (Pancasila). Karena keragamannya maka tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa Indonesia merupakan negara pluralis. Dengan beragam agama, suku, etnis dan ras, maka Indonesia sangat rawan dengan berbagai konflik, sebab setiap elemen (SARA) yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Ketika kepentingan yang berbeda itu muncul kepermukaan, maka pada waktu yang bersamaan akan terjadi tarik menarik kepentingan dan akan timbul berbagai macam konflik kepentingan, yang berimbas pada seluruh elemen masyarakat serta mengganggu stabilitas nasional.
Konflik merupakan bagian dari kehidupan umat manusia yang tidak pernah dapat diatasi sepanjang sejarah umat manusia. selama manusia masih hidup hampir mustahil untuk menghilangkan konflik dimuka bumi ini. konflik antarperorangan dan antarkelompok merupakan bagian dari sejarah umat manusia. Berbagai macam keinginan seseorang dan tidak terpenuhinya keinginan tersebut dapat juga berakhir dengan konflik. Perbedaan pandangan antarperorangan juga dapat mengakibatkan konflik. Selanjutnya, jika konflik antarperorangan tidak dapat diatasi secara adil dan proporsional, maka hal itu dapat berakhir dengan konflik antarkelompok dalam masyarakat. Sebuah konflik sering berawal dari persoalan kecil sederhana. Perbedaan pendapat dan sikap termasuk ketidakinginan untuk menerima orang lain, dapat menyebabkan konflik antara seseorang dan yang lainnya. Dengan demikian, anda yang sedang membaca makalah ini juga mungkin mempunyai konflik dengan pendapat penulis mulai dari awal sampai akhir tulisan ini.
Comments
Post a Comment